TEMPLATE PRAKTIK BAIK PEMANFAATAN DANA DESA DESA CATUR TUNGGAL KECAMATAN MESUJI MAKMUR

 

Kata Sambutan Kepala Desa Catur Tunggal

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, Desa Catur Tunggal dapat melaksanakan program Ketahanan Pangan Nabati melalui Budidaya Tanaman Sayuran Hidroponik dengan baik dan lancar.
Program ini merupakan wujud nyata dari pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2024, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga desa.

Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Desa Catur Tunggal semakin sadar akan pentingnya ketahanan pangan, gizi seimbang, dan kemandirian ekonomi keluarga. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi — mulai dari perangkat desa, pendamping desa, TPK, kader PKK, Posyandu, hingga masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan ini.
Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan praktik baik bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Inti Nurmiadi
Kepala Desa Catur Tunggal

1. Perencanaan Kegiatan

Kegiatan Ketahanan Pangan Nabati – Budidaya Tanaman Sayuran Hidroponik di Desa Catur Tunggal berawal dari hasil Musyawarah Dusun (Musdus), Rembuk Stunting, dan Musyawarah Desa (Musdes). Masyarakat mengusulkan program yang dapat mendukung peningkatan gizi dan mengatasi kerentanan pangan, terutama untuk keluarga yang berisiko stunting.

Dari hasil musyawarah, disepakati bahwa pengembangan kebun hidroponik menjadi prioritas program tahun 2024. Usulan ini kemudian dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan dianggarkan dalam APBDes Tahun 2024 melalui sumber Dana Desa (DD) sebesar Rp70.746.900,-.
Tahap perencanaan dilanjutkan dengan:
Survei teknis lokasi di Dusun IV RT 08;Penentuan jenis sayuran yang akan ditanam;Penetapan metode pelaksanaan secara swakelola;Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen teknis.

Pendamping Desa turut memfasilitasi proses perencanaan agar kegiatan sesuai dengan prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas.

2. Pelaksanaan Kegiatan


Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan melibatkan masyarakat setempat, kader Posyandu, ibu-ibu PKK, dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Tahapan pelaksanaan meliputi:

Persiapan

Pengadaan bahan dan peralatan hidroponik,

Sosialisasi kepada masyarakat,

Pengorganisasian tenaga kerja lokal.

Pekerjaan Lapangan

Pembersihan dan perataan lokasi,Pengukuran dan pemasangan patok,Pembuatan sistem tanam dan instalasi hidroponik.

Pengawasan
Dilakukan oleh TPK bersama Pemerintah Desa dan BPD untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan RAB dan standar teknis.

Pelaporan dan Serah Terima

Setelah kegiatan selesai, disusun laporan pertanggungjawaban dan dilakukan serah terima hasil kegiatan kepada Pemerintah Desa.

Pelaksanaan berjalan lancar dan melibatkan peran aktif warga, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pemberdayaan dan pelatihan masyarakat di bidang pertanian modern.

3. Pemanfaatan dan Dampak Kegiatan


Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya Kebun Gizi Hidroponik Desa Catur Tunggal yang menghasilkan berbagai jenis sayuran segar. Sayuran hasil panen dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kegiatan Posyandu, terutama bagi keluarga kurang mampu dan anak-anak yang berisiko stunting.

Dampak positif kegiatan ini meliputi:
Ekonomi: Masyarakat memperoleh tambahan penghasilan dan keterampilan baru dalam bercocok tanam modern.
Sosial: Terbangunnya semangat gotong royong, partisipasi masyarakat, dan kemandirian desa dalam menyediakan pangan sehat.
Kesehatan dan Gizi: Peningkatan konsumsi sayuran segar serta pencegahan stunting dan malnutrisi.
Lingkungan: Pemanfaatan teknologi hidroponik yang ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan air.

Selain manfaat langsung, kegiatan ini juga menjadi cikal bakal pengembangan wirausaha pertanian muda di Desa Catur Tunggal. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, kebun hidroponik ini diharapkan menjadi program berkelanjutan dan inspiratif bagi pembangunan desa mandiri pangan di masa depan.

        Download dokumen 

        Video Klil disini 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini